by Shabrina A. Rasyiq

Totally what I was talking about tonight.

(Source: impulsive-and-inlove, via asdfghjkllove)

A Quick Update of My Life

My life is one big helluva mess.

On the surface, I see you living happily, with no trace of burden. But after you told me your whole problem, I know that you have a ‘melancholy’ side, that part which I never see.

still, I’m not a delirious person. if that’s the correct adjective for delirium.

You know your problem, Quentin? You keep expecting people not to be themselves.

Radar.

Paper Town - John Green

Sebuah Diskusi…

Jadi kemarin sore, saya dan empat orang teman saya, yang kebetulan berkelamin lelaki semua, berdiskusi panjang lebar tentang berbagai hal. Dari diskusi itu, menurut saya, banyak hal-hal menarik yang patut saya tuliskan di tumblr saya. Tapi demi menjaga privasi dari masing-masing teman saya, saya hanya akan menggunakan inisial saja untuk menceritakan hasil saya dan teman saya berdiskusi..

..tentang Patah Hati

“Aku baru aja diputusin gara-gara kapitalisme” - kata teman saya ketika ditanya soal alasan putus.

“Cewekku mau aku punya masa depan yang jelas. Tapi sayangnya definisi masa depanku sama dia itu beda” - kata teman saya yang tadi baru saja diputusin, tapi menolak menggunakan kata mantan atau nama asli si cewek sebagai kata ganti untuk cewek itu.

“Aku kesel sama temennya cewekku. Dia bilang cewekku bego. Kata dia kalo dia jadi cewekku dia udah ninggalin aku dari dulu. Aku nggak mau cewekku dibilang bego gara-gara aku. Cewekku nggak bego.” - masih kata teman yang tadi.

“Aku udah nyoba kenalan sama cewek lain. Tapi tetep aja aku masih kepikiran cewekku.” - kata teman saya yang masih susah move on

Kalo diliat-liat cewekku tuh nggak salah. Ini semua salahku. Cewekku cuma mau yang terbaik buat aku. Dia pengen aku sukses.” - masih orang yang sama, teman saya yang diputusin, belum bisa move on, dan masih menggunakan panggilan sayang untuk mantannya yang meninggalkannya karena dia menolak menjadi mapan.

..tentang definisi Sukses

“Cewekku pengen aku punya gambaran masa depan yang jelas. Setiap kali ditanya aku mau jadi apa, aku selalu jawab nggak tau. Giliran waktu itu aku udah tau, dan bisa jawab ‘Aku mau jadi aktivis’, dia malah marah dan kita berantem.” - teman saya berinisial E, yang bingung masa depan yang jelas menurut cewek mantannya itu apa.

“Menurut dia sukses itu kalo punya pekerjaan yang jelas dan berpenghasilan, dengan kata lain bisa hidup mapan. DASAR KAPITALIS!” - yah kelihatan kalau teman saya memang seorang ‘calon’ aktivis.

“Sukses sih sebenernya nggak bisa dihitung secara materi doang. Cuma gue bisa ngerti sih cara pandang cewek lu. Hari gini mana bisa hidup nggak pake duit?” - kata saya, mengikuti pola pikir  pragmatis mantannya.

“Definisi suksesmu sama suksesnya cewekmu udah beda. Carilah cewek lain yang punya definisi sukses yang sama.” - kata seorang teman yang tadinya berniat menjadi pemuka agama, namun memilih berpacaran.

..tentang Berkorban

“Masalahnya aku udah berkorban banyak, Sha, buat cewekku. Realistis aja deh, aku udah ngeluarin uang, energi, waktu buat dia selama ini.” - kata teman saya ketika ditanya alasan ingin balikan lagi.

“Kalo kamu udah ngerasa dikorbankan, ya berarti hubungan mu udah nggak sehat. Cinta itu gak perlu berkorban. Karena kamu ngelakuin itu buat kebahagiaan kamu sendiri, yang bahagia ngeliat dia bahagia juga.” - saya, mengutip dari novel-novel tentang cinta yang pernah saya baca.

 ..tentang Cinta, dan Rasa Suka

“Cinta itu harusnya nggak pake alasan” - saya, masih bergelimang kata-kata utopis tentang cinta dari buku yang saya baca. 

“Nggak mungkin lah! Orang suka sama orang tuh pasti ada alesannya.” - teman saya, jomblo, yang sejak diputusin pacarnya setahun yang lalu tiba-tiba bisa hidup lebih sehat.

“Aku suka sama pacarku nggak pake alesan” - teman saya yang sudah dan masih berpacaran dengan pacarnya entah berapa tahun.

“Oke pertamanya memang karena ngeliat dia cantik.” - teman saya setelah didesak dan diinterogasi paksa oleh dua cowok di sebelahnya.

“Ada dua tipe orang kalo masalah suka, Pertama, orang yang suka sama cewek/cowok karena dia emang suka dari hati. Kedua, orang yang mengkondisikan dirinya untuk suka sama cewek/cowok karena dia seharusnya disukai - baik, ganteng/cantik, pinter - atau dengan kata lain orang-orang banyak yang suka sama dia.” teman saya berinisial D.

“Kalo gue sih kayaknya yang tipe pertama.” - teman saya yang tadi mati-matian bilang orang suka pasti ada alasannya.

“Kalo gue kayaknya tipe yang kedua deh. Selama ini gue kalo suka sama orang biasanya orang populer, selera mainstream.” - kata saya yang tadi bilang kalau cinta itu tanpa alasan.

“Berarti kalo Mamat populer dan disukain banyak orang, lo bakal suka dong?” sebuah kesimpulan akbar yang ditarik oleh teman saya, B, yang minta digampar kiri kanan.

..tentang Jelek

“Ya gue emang jelek buktinya sampe sekarang gue gak punya pacar.” - kata teman saya yang tiba-tiba insecure dengan muka Bataknya.

“Ya kalo elo mah jelek ya jelek aja.” Kata teman saya, orang Jogja, yang sedang belajar gue-elo.

“Sebentar, berarti gue jelek dong?” - kata saya yang sudah menjomblo selama, sebentar ini tahun berapa?

..tentang Sistem Pendidikan di Indonesia

“Sistem pendidikan juga sih yang salah. Kita sekolah buat nyari kerja dan ujung-ujungnya masalah duit.” - kata saya yang masih berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Dari kecil kita dididik kalo hidup itu cuma lahir, sekolah, bekerja, berkeluarga, mati.” - kata teman saya yang sepertinya masih memiliki bekal dari pendidikan romonya.

“Bolos itu salah satu bentuk perlawanan gue terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Termasuk make sendal ke kampus.” - teman saya yang berusaha mengubah sistem pendidikan dengan gagasan mengajak bolos pelajar satu Indonesia Raya.

..tentang Membina Hubungan

“Cewekku sebenernya kayak cewek kamu. Dia juga khawatir sama masa depan aku yang belum jelas. Tapi dia nggak lebih konfrontatif kayak cewekmu.” - teman saya, asli Jogja, kepada teman saya yang masih memikirkan mantannya.

“Berarti kalo dikonfront bisa putus dong?” - saya, menarik kesimpulan. yang dijawab dengan anggukan oleh teman saya yang tadi.

“Aku nggak pernah cemburu sama cewekku. Dan itu bikin dia kesel sama aku. Giliran kemaren aku pura-pura cemburu sama cewekku dia malah marah dan berantem hebat.” - teman saya yang saya curigai dulu berpacaran sama kimcil ababil. Syukurlah dia sudah diputusin

Sebenernya masih banyak hal yang kami bicarakan. Namun karena post ini sudah terlalu panjang dan saya harus kuliah terpaksa saya sudahi sampai sini saja. Hahahaha. Iya maaf akhirnya agak gantung, Kapan-kapan saya teruskan deh. Adios!

Happy mothers day!

Happy mothers day!

Oh you big paradox. You choose to silent while I ask, and whining when I let you be alone. So what option do I have?

(Source: hijupblog)

That “L” word

As always my story begin with an interesting conversation that I have

“Have you ever fell in love, Sha?”

“Pardon me?”

“Love, have you ever feel it?”

That was the hardest question to answer for me. Honestly for the past twenty years I still don’t know what love is. I could’t certainly say that I have been in love before. I’ve liked someone yes. But falling in love? If love means you go head over heel for someone, feels like you can’t live without him/her then my answer is no.

I’ve liked several boys when I was teen. But it was more likely driven by spirit of teenager and may be some hormonal things. My type is typical, I like a boy who smart, popular, generally good looking, and interesting. The weird thing is I never felt any kind of jealousy when I like someone. I seriously didn’t care. The important thing is I like him. Like other girls on my age at that time, I’m dreaming of how it feels like if I’m his girlfriend. But that’s all. As time goes by my fondness disappeared, I got bored, and then I began to like other boy if by any chance I met another interesting guy. So shallow right? But the good thing is I never feel heart broken. But that also the bad part because when my friends come to me, crying because he/she just through a bad break up, I can’t relate to their situation simply because I don’t know what it feels like.

That’s why I can’t say if I have experience anything like falling in love, or telling someone my first love. I could only tell who is the first boy I like. I think love is way more complex than the feeling that I’ve ever felt for someone. That’s why I can’t use that word. I’m pretty much a person who appreciate the meaning of love and try not to use it easily if it’s not the appropriate word.

I really hope that I could know what love is soon. It’s pretty pathetic right, never fall in love when you reach your twentieth birthday?